Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN GIGI BERJEJAL TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT (OHIS) PADA USIA REMAJA DI LINGKUNGAN RT 02 RW 08 KAMPUNG JURAGANAN JAKARTA SELATAN
Latar Belakang Di Indonesia 80% penduduk mengalami gigi berjejal/maloklusi. Maloklusi didefinisikan sebagai rahang yang tidak selaras dari arah sagital, vertikal, atautransversal. Sebuah studi menunjukkan bahwa 85,58% dari 2.074 siswa sekolah (12-15 tahun) memiliki maloklusi yang membutuhkan perawatan ortodontik. Gigi berjejal dapat mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut (OHI-S). Upaya untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yaitu dengan penyuluhan cara sikat gigi yang benar. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran gigi berjejal terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S). Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan metode observasi, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 Remaja Lingkungan RT 02 RW 08 Kampung Juraganan Jakarta Selatan. Hasil Penelitian: Berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa gigi berjejal yang paling banyak adalah perempuan dengan persentase 26,6%, berdasarkan umur yang paling banyak adalah pada umur 17 tahun yaitu sebanyak 20% dan berdasarkan jenis kelamin diketahui bahwa kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) paling banyak adalah laki-laki dengan persentase 40%. Berdasarkan tabulasi silang kriteria gigi berjejal dan kriteria OHI-S terhadap responden ditemukan hasil tertinggi 10 orang (33%) pada kriteria gigi berjejal Ideal dan kriteria OHI-S Sedang. Kesimpulan: Gambaran gigi berjejal terhadap kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) pada usia remaja daerah tersebut diperoleh hasil tertinggi pada gigi berjejal dengan kriteria Ideal 14 responden (47%) dan hasil tertinggi kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) dengan kriteria Sedang 26 orang (87%).
Tidak tersedia versi lain