Provinsi Banten mencatatkan prevalensi karies gigi sebesar 42,3%. Di wilayah ini, terdapat salah satu kelompok masyarakat adat, yaitu Suku Baduy. Untuk mengetahui tingkat keparahan karies gigi di kalangan masyarakat Suku Baduy, peneliti menggunakan Indeks PUFA sebagai alat ukur yang digunakan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui tingkat keparahan karies gigi dan faktorfaktor yang mempengar…
Penelitian ini mengkaji pengaruh faktor sosio-demografi, literasi kesehatan mulut, dan pengalaman karies gigi terhadap kualitas hidup masyarakat Suku Baduy. Penelitian ini menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga kesehatan gigi, yang disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, ketergantungan pada praktik tradisional, dan kurangnya pengetahuan tentang perawat…
Anak tunagrahita memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, termasuk karies gigi, akibat keterbatasan dalam menjaga kebersihan oral. Salah satu alternatif alami yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies adalah daun jabon (Anthocephalus cadamba Miq.), yang diketahui mengandung senyawa aktif antimikroba seperti asam oleanolat.Tujuan: Mengetah…
Penyebab utama karies gigi salah satunya adalah faktor laju aliran saliva. Penurunan aliran saliva yang rendah akan meningkatkan risiko terjadinya karies gigi. Kurangnya menjaga kesehatan gigi dan mulut juga sangat mempengaruhi, keadaan gigi yang banyak terdapat plak membuat keadaan mulut menjadi asam. Metabolisme karbohidrat oleh mikroorganisme plak membuat plak semakin tebal dan mengakibatka…
Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut yang banyak diderita oleh masyarakat yaitu karies gigi. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai karies gigi pada mahasiswa, maka adanya penyuluhan dapat menjadi upaya untuk meningkatkan pengetahuan. Pada masa pandemi Covid-19 ini, penyuluhan dengan tatap muka sangat tidak dianjurkan, maka penyuluhan dapat dilakukan secara daring. Tujuan Penelitian: Untuk …
Latar belakang : Tingginya prevalensi balita stunting di Indonesia selama dekade terakhir, rata-rata 36,4% pada 12 tahun terakhir. Tahun 2018 prevalensi stunting dan severely stunting di Indonesia menurun menjadi 30,8%. Stunting dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui pengaruh karies gigi terhadap kejadian stun…
Latar belakang : kurang tercapainya wawasan orang tua mengenai pengetahuan yang mempengaruhi rampan karies, penyebab rampan karies, pencegahan rampan karies, akibat dari rampan karies, perawatan karies, serta kurangnya edukasi kepada anak prasekolah serta orang tua dalam memahami dan mencegah terjadinya rampan karies pada anak prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan k…
Latar Belakang: Penduduk Indonesia yang telah berperilaku menyikat gigi dengan benar minimal 2 kali sehari. Sebanyak 57,6% penduduk di Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut dan hanya 10,2% penduduk yang menerima perawatan oleh tenaga medis gigi, bila ditinjau berdasarkan usia, proporsi 67,3% dari usia 5-9 tahun, dan 55,6% dari usia 10-14 tahun. Karies gigi apabila dibiarkan tanpa diatasi m…
Latar Belakang: Masalah utama kesehatan gigi dan mulut yang paling banyak dijumpai pada masyarakat adalah karies gigi. Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi yang disebabkan oleh kerja mikroorganisme pada karbohidrat yang dapat diragikan, karies ditandai dengan demineralisasi mineral email dan dentin diikuti kerusakan bahan-bahan organiknya. Faktor-faktor tersebut antara lain: struktur…
Latar Belakang: Karies gigi adalah penyakit pada jaringan gigi yang diawali dengan terjadinya kerusakan jaringan gigi dimulai dari permukaan gigi kemudian meluas ke arah pulpa. Karies gigi dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu perilaku dalam menyikat gigi, dimana perilaku ini meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui gambaran perilaku men…