Prevalensi karies gigi pada anak di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018 sebanyak 81,5% anak berumur 3-4 tahun di Indonesia mengalami karies gigi, 92,6% anak berumur 5-9 tahun mengalami karies gigi, dan 73,4% mengalami karies gigi. Menggosok gigi adalah salah satu upaya yang paling efektif dalam pencegahan karies gigi pada anak-anak. Tujuan penelitian : Penelitian ini b…
Upaya pemeliharaan kesehatan gigi, serta pembinaan kesehatan gigi pada anak usia sekolah perlu mendapatkan perhatian khusus. Karena pada usia ini anak sedang menjalani proses perkembangan. keadaan gigi anak akan berpengaruhterhadap perkembangan kesehatan gigi pada usia dewasa. Tindakan edukasi kesehatan gigi dan mulut bagi anak sejak dini sangat di perlikan. Tujuan dari penyuluhan kesehatan gi…
Karies gigi dan penyakit periodontal merupakan salah satu penyebab terjadinya kehilangan gigi pada lansia. Lansia merupakan karateristik yang berbeda dengan usia lain karna pada lansia ditandai dengan berbagai penurunan fungsi kesehatan. Kesehatan mulut dapat mempengaruhi kesehatan umum yang tentunya akan berdampak pada kualitas hidup manusia.Tujuan Penelitian : Mengetahui gambaran kehilangan g…
Karies gigi merupakan masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut yang dapat menyerang pada gigi sulung maupun gigi permanen. Salah satu daerah yang mudah diserang adalah pit dan fissure. Pit adalah titik atau lubang kecil, sedangkan fissure adalah celah atau ceruk yang sempit dan cukup dalam. Pit dan fissure merupakan tempat yang rentan terhadap terjadinya karies gigi, oleh karena itu perlu d…
Gigi impaksi adalah gigi yang pertumbuhannya terhalang oleh gigi sebelahnya atau terpendam oleh tulang sehingga dalam pertumbuhannya tidak sesuai dilengkung rahang. Dampak gigi impaksi molar ketiga yang tidak sempurna bisa membuat makanan terjebak sehingga pasien mengalami kesulitan dalam membersihkannya serta dapat membuat gigi depannya mudah berlubang dan menimbulkan rasa sakit dan tidak nyam…
Gingivitis adalah pembengkakan jaringan gusi yang akan terlihat saku gusi yang lebih dalam dari ukuran normal. Secara umum gingivitis disebabkan oleh penumpukan plak gigi, disamping itu juga terdapat faktor-faktor pendukung yang memodifikasi terjadinya gingivitis seperti adanya karang gigi, gigi berjejal, merokok, pembuatan gigi tiruan lepasan dan yang sering terjadi saat ini adalah gingivitis …
Kurangnya pengetahuan tantang menjaga kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu penyebab terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut. Penggunaan media lembar balik (flipchart) menjadi salah satu media yang efektif dalam meningkatkan kebersihan gigi dan mulut siswa SD GMIM Tumpengan Desa SEA II Kecamatan Pineleng tahun 2020 menurut (Koch dan Yuliana, 2020). Tujuan Penelitian: Berdasarkan ha…
Kepuasan pasien merupakan komponen penting bagi kualitas pelayanan kesehatan. Hal ini perlu diidentifikasi dalam meningkatkan pelayanan poliklinik gigi Mapuskesad.Tujuan Penelitian: mengetahui gambaran tingkat kepuasan pasien di Polikinik Gigi FKTP Mapuskesad Tahun 2022, Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sam…
Perubahan warna pada gigi berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Penyebab utamanya adalah faktor ekstrinsik dan intrinsik. Ekstrinsik merupakan kromogen yang biasa ditemukan pada kopi, teh, tembakau dan plak pada permukaan gigi. Sedangkan intrinsik, misalnya faktor sistemik, metabolisme, genetika, dan lokal. Upaya yang dilakukan adalah pemutihan gigi dengan tindakan dental bleaching, namun akan m…
Latar Belakang: Persentase penduduk Indonesia yang mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut meningkat dari 25,9% pada tahun 2013 menjadi 57,6% pada tahun 2018. Gigi dan mulut merupakan pintu masuk makanan dan minuman yang mempengaruhi asupan gizi. Kondisi gigi yang tidak sehat dan bersih dapat menurunkan kesehatan secara keseluruhan karena berdampak pada penyerapan nutrisi dalam tubuh. Tujuan…